RRI RIME RAYA

28-07-2018 11:50:16

Jakarta, Baranewsaceh.co – Pemerintah kabupaten Bener Meriah dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia melakukan penandatanganan kerjasama pendirian RRI Rimba Raya Bener Meriah, Aceh, di Jakarta 25 Juli 2018.

Pada kesempatan tersebut Direktur Utama Radio Republik Indonesia M. Rohanudin menyampaikan bahwa kerjasama ini penting karena mengingat sejarah perjuangan Radio Rimba Raya dalam penyiaran saat agresi militer Belanda tahun 1948.

“untuk mengapresiasi peran radio tersebut, disinilah kita sepakat dengan kabupaten Bener Meriah akan mendirikan stasiun penyiaran RRI Rimba Raya” jelas Rohanudin.
Rohanudin menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intens dengan pemerintah kabupaten Bener Meriah sejak lama, sehingga tercapai kesepakatan tersebut.

Dijelaskan Rohanudin, banyak hal menarik kalau dilihat dari sejarah Radio Rimba Raya pada saat agresi militer Belanda. Beberapa diantaranya adalah Radio Rimba Raya cikal bakal “Voice Of Indonesia”.

“Mengapa saya sebut demikian, karena pada saat itu satu-satunya radio yang mampu melakukan penyiaran sampai ke luar negeri dan satu-satunya radio yang bersiar dengan beberapa bahasa, ya hanya Radio Rimba Raya” sebut Rohanudin.

“Kalau sender radio yang kecil seperti radio tentara saya sudah pernah lihat, namun perangkat Radio Rimba Raya yang saya lihat di museum angkatan darat Yogyakarta, tentu sesuatu yang istimewa” sebutnya.
“Sejarah Radio Rimba Raya merupakan bagian sejarah nasional, oleh karena itu perlu tindak lanjut dari kita untuk melestarikan keberadaan sejarah radio tersebut, dan saya sudah bicarakan dengan direktur sumber daya manusia agar dapat didirikan sebuah stasiun RRI di Bener Meriah”.

“Walaupun secara aturan kita tidak boleh ada pendirian stasiun radio yang berdekatan dengan stasiun yang lain dalam satu wilayah, sebagaimana diketahui kita sudah memiliki satu stasiun radio di Takengon, namun RRI Rimba Raya adalah satu pengecualian, karena bernilai historis, dan rencana kita nanti presiden Jokowi Widodo akan kita upayakan untuk hadir meresmikan stasiun RRI Rimba Raya tersebut” paparnya.

Sementara Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. Syarkawi menyampaikan terima kasih kepada Radio Republik Indonesia karena merespon positif kerjasama tersebut.
“Ini sangat kita hargai, karena sudah sejak lama sejarah radio ini kurang perhatian, karena kita ketahui tanpa radio ini bisa jadi Indonesia sudah tidak ada lagi, disisi lain saya berharap perangkat Radio Rimba Raya yang ada di museum angkatan darat Yogyakarta dapat dihidupkan lagi, dan semoga perangkat tersebut bisa dipindahkan ke
Bener Meriah, Kita akan rekomendasikan ke kementerian pertahanan agar dapat terlaksana “harap Syarkawi.

Untuk menindak lanjuti kerjasama tersebut kedua pihak sepakat akan terus berkomunikasi dalam realisasi pendirian stasiun RRI Rimba Raya.
Mulai dari penyulapan lahan, sumber daya manusia, pengadaan perangkat radio, serta perizinan dan lain-lain terus diupayakan oleh kedua pihak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bener Meriah, Irmansyah SSTP mengatakan jerih payah semua pihak selama ini dalam memperjuangkan eksistensi Radio Rimba Raya secara bertahap sudah mulai menuai hasil, diantaranya adalah penandatanganan kerjasama tersebut.

“Ke depan akan kita upayakan pengakuan pemerintah dalam bentuk keputusan presiden (Keppres) akan juga
erealisasi”harapnya.
Sutradara film dokumenter Radio Rimba Raya Ikmal Gopi, yang menyebutkan dengan adanya Radio ini sudah barang tentu satu persatu kisah heroisme Gayo dan Aceh akan terangkat ke permukaan.
Yusradi Usman Algayoni yang hadir pada acara tersebut, mengatakan bahwa sejarah kembali terukir dengan adanya kerjasama ini. (Red)

Sumber : <baranewsaceh.co.id>

 

Facebook Fans Page